Kini, penonton sudah jauh memiliki pemahaman yang lebih dari sekedar mengetahui mana informasi fakta dan mana informasi yang memuat propanganda (kepentingan suatu pihak) dalam penyampaian informasi. Tetapi, sekarang konsumen berita mampu menekan jumlah penayangan-penayanagan yang bertujuan menyinggung SARA misalnya. Maka, konsumen sebagai penikmat tayangan akan segera melakukann suatu tindakan yang bersifat tindakan yang tidak mendukung atau menginginkan tayangan itu lagi sebagai informasi yang disampaikan. Ini merupakan suatu hal dari tanggung jawab mereka sebagai filter misalnya, dalam keluarganya dalam menerima serta menyampaikan kembali pesan-pesan tersebut kepada orang lain.
Melihat kini, bagaimana orang dapat dengan mudah mendapatkan suatu informasi tanpa harus meninggalkan tempatnya untuk mencari dan mendapatkan informasi sebagai pemenuhan kebutuhannya. Misalnya, dengan kehadiran berbagai media portal yang saat ini mampu memenuhi informasi yang actual hanya dalam hitungan detik saja. Maka ini terlihat bagaimana sesuatu yang bersifat instan mampu untuk menghadirkan secara otomatis segala sesuatu yang bersifat “konvensional” akan secara langsung dan tidak langsung tergeser dengan hal-hal digital. Sekarang ini sudah hadir pula e-book, dalam skala kecil misalnya, beberapa sekolah telah menghadirkan buku-buku yang berjenis online atau elktrik yang disediakan oleh sekolah-sekolah mereka. Ini mebuktikan makin tergesernya ruang untuk buku-buku konvensional.
Dahulu memang radio hadir yang hanya berfungsi sebagai informasi yang dikenal berdasarkan unsurnya yaitu, secara audio yang hanya menampilkan musik dan informasi. Namun, sekarang terdapat radio yang mulai menggeserkan fungsinya sebagai penyiaran yang menyiarkan drama radio. Mungkin selama ini kita hanya mengenal siaran radio hanya sekedar musik dan informasi saja tetapi sepertinya sekarang sudah mualli bertransformasi menjadi media yang dapat menyiarkan suatu siaran drama. Dan ini dapat dikatakan awalan sebagai fungsi radio yang mulai menjalar.
Iklan yang dihadirkan dalam radio lebih jelas dari iklan yang ditayangakan di televisi disebabkan, pertama kehadiran radio yang mudah dijangkau karena banyak yang menyediakan media ini dan apabila dilihat dari jumlahnya jika dibandingkan televisi maka radio lebih banyak dibandingkan jumlah stasiun televisi. Kedua, karena sifat radio adalah secara audio saja maka, penyiaran radio dituntut untuk mampu menghasilkan narasi-narasi yang mampu membangun imajenasi pendengar. Maka, pemilihan kata-kata lebih diarahkan secara langsung. Ini terlihat dari iklan-iklan yang dihadirkan di radio lebih kepenekanan dalam bentuk adegan-adegan yang secara audio disampaikan dengan maksud pesan-pesan iklan didalamnya. Kemudian, ditambah lagi apabila dalam on-air beberapa iklan disampaikan oleh penyiar secara langsung.
Keuntungan ekonomi yang dihasilkan dalam tayangan reality show yang tentunya bersumber dari banyaknya iklan sebagai pendukung acara tersebut yang kemudian berdampak pada rating terhadap tingkatan antusias penonton yang diperoleh televisi tersebut. Merger dalam kecenderungan konvergensi di industri telekomunikasi tidak membatasi kegiatan internet misalnya. maka, hal yang wajar ketika penggabungan dua hal mampu menambah kekuatan dari sistem.
Jaringan broadband tidak selamanya mampu memenuhi kebutuhan dalam kegiatan internet. Karena,sifatnya yang mobile maka tidak menutup kemungkinan terganggu oleh cuaca atau jaringan setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar